Ancaman Pak Menteri Bagi Kepala Sekolah Yang Membiarkan Perpeloncoan

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print

Penerimaan Siswa Baru kini tak identik lagi dengan perpeloncoan. Mulai tahun 2016, masa orientasi siswa atau yang lebih dikenal dengan MOS dilaksanakan dengan format baru. Adalah pak menteri pendidikan yang paling berambisi menerapkan pola baru MOS di setiap sekolah mengawali tahun ajaran baru.

Kata Pak Anis, Bila masih ada sekolah melakukan perpeloncoan sepanjang Masa Orientasi Siswa (MOS) bagi peserta didik baru, pihaknya akan memecat kepala sekolah bersangkutan.

“Jadi, segala macam perpeloncoan dilarang,” Kata Anis saat ditemui di sela acara buka puasa bersama di rumah dinas Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ahad, 19 Juni 2016.

Sejalan dengan konsep revolusi mental, bagi sebagian besar pengamat pendidikan menilai format ini paling tepat dan sangat efektif untuk segera diterpakan.

Anis pun meminta kata “ospek” dihapus dan diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan itu, kata dia, juga harus dilakukan oleh guru, bukan siswa senior lagi. “Kita revolusi mental, harus berubah,” ucap dia. “Siapa pun yang melakukan perpeloncoan harus dihukum.”
Anis mengatakan, dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 disebutkan bahwa segala bentuk perpeloncoan tidak dibenarkan. Hal-hal yang dilarang di antaranya adalah menggunakan tas karung, tas belanja batik, kaus kaki tidak wajar, dan hal-hal yang tidak biasa.

Semoga hal ini bisa membawa masa depan pendidikan Indonesia makin maju dan bermartabat.

ARTIKEL LAINNYA

Leave a Reply

Close Menu