Beginilah Full Day School di Jepang, Jangan Kaget Ya!

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print

Jepang merupakan salah satu negara maju yang menerapkan full day school. Baru-baru ini juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mujahir Effendy, ikut menggagas konsep full day school di Indonesia.

Banyak pro dan kontra yang terjadi dengan gagasan tersebut. Lalu seperti apakah full day school di negara maju seperti Jepang?

Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan di Jepang mirip dengan Indonesia, dikelompokkan dari Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang disebut sebagai Compulsory Education, yaitu para siswa tidak dibebani oleh ujian kenaikan kelas.

Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), dikelompokkan sebagai Educational Board, dimana setiap siswa yang sudah lulus SMP diharuskan mengikuti ujian tes masuk ke SMA yang dipilihnya.

Waktu Sekolah

Setiap kelas biasanya memiliki rata-rata 40-45 siswa. Para siswa di Jepang sendiri menghabiskan 240 hari setahun disekolah, yang juga diisi oleh kegiatan untuk festival tahunan sekolah dan acara-acara seperti Hari Kebudayaan, Hari Olahraga, dan wisata sekolah.

Tentunya mereka menghabiskan lebih banyak waktu di kelas. Selain itu siswa di Jepang juga turut menghadiri sekolah pada hari Sabtu.

Waktu masuk sekolah di Jepang sendiri adalah jam 8.30 pagi, hingga waktu makan siang yang diberi waktu 50 menit. Setelah itu mereka melanjutkan kelas hingga 5-6 jam.

Bahkan kebanyakan siswa Jepang dalam kegiatan nyatanya adalah mengikuti kegiatan sekolah di enam periode pelajaran, lalu mengikuti kegiatan ekstrakulikuler selama 3 jam atau lebih, menghabiskan waktu 2 jam untuk pulang, akhirnya tidur pada waktu 11 atau 12 malam ‘jika beruntung’.

Pelajaran Sekolah

Siswa Sekolah Dasar biasanya belajar Bahasa Jepang, pelajaran lingkungan hidup, musik, menggambar dan kerajinan tangan, ilmu sains, ilmu sosial, aritmatika, homemaking, dan pendidikan jasmani.

Siswa SMP belajar bahasa Jepang, ilmu sosial, matematika, ilmu sains, musik, kesehatan, pendidikan jasmani, seni industri, homemaking, dan bahasa asing. Sedangkan untuk SMA, biasanya mereka lebih kepada sistem penjurusan karena akan masuk ke universitas.

Selain itu Dewan Pendidikan Osaka pun juga menyediakan kelas tambahan bagi siswa yang kurang memahami bahasa Jepang

Ujian dan Kartu Laporan

Pada SMA terdapat 5 tes berkala dalam satu tahun, dan dilakukan dalam waktu 3-5 hari. Namun ada beberapa sekolah yang memberikan ujian dan memperbolehkan siswanya membawa pulang ujian tersebut atau ujian evaluasi.

Sedangkan kartu laporan (tsuuchihyou) merupakan kendali siswa dalam kehadiran, absensi dan lain-lain.

Ekstrakulikuler

Kegiatan ekskul di sekolah biasanya terdiri dari ekskul olahraga dan ekskul kebudayaan, dan kegiatan ekstrakulikuler ini biasa disebut “Houkago”.

Kegiatan ekskul sendiri berlangsung setiap hari setelah sekolah. Bahkan kegiatan ekskul juga dilakukan saat liburan sekolah.

Bahkan biasanya kegiatan ekskul ini berlangsung 6 atau 7 hari per minggu, 3 jam pada hari sekolah, dan 4-6 jam pada akhir pekan. Selain itu ekskul olahraga juga melakukan kegiatan selama 8 jam saat musim panas

Kebiasaan Siswa saat Jam Pulang di Jepang

Siswa-siswi di Jepang selalu bergotong royong menjaga kebersihan kelas. Biasanya setiap jam pulang seluruh siswa bergotong royong menyapu, mengelap kaca, mengepel lantai, dan mengatur meja serta kursi hingga rapi.

Menjadi siswa di Jepang memang sangatlah menantang dan sibuk. Tapi siapa sangka hal ini pun menjadi ciri khas orang Jepang yang terkenal dengan kedisiplinannya dan tepat waktu.

Meskipun di Indonesia sendiri masih terjadi pro dan kontra, namun ada baiknya kita melihat dulu hasil yang didapat dari full day school di Jepang salah satu negara maju di dunia.

Tenang saja… kalian masih bisa hangout dengan teman-teman kalian kok, dan semoga saja sistem pendidikan Indonesia juga semakin membaik seperti negara maju lainnya.

Sumber: http://www.anibee.tv

ARTIKEL LAINNYA

This Post Has One Comment

  1. Indonesia sebaiknya tidak menerapkan full day school. Pembelajaran juga di perlukan di luar sekolah didikan orang tua dan interaksi sosial antara teman lingkungan sekitar
    Lihat jepang walaupun maju banyak murid yg stress yidak heran jepang mendapat urutan pertama bunuh diri
    Susah medapatkan teman tidak ada rasa simpati lagi jarak antara lingkungan akan menjauh
    Jangan samakan linkungan sosial budaya dan alam di jepang atau negara maju dengan indonesia
    Tidak sesuai

Leave a Reply

Close Menu