Resmi! Mulai Juli 2017, Sekolah Wajib Melaksanakan Pendidikan 5 Hari Sepekan, 8 Jam Sehari

Resmi! Mulai Juli 2017, Sekolah Wajib Melaksanakan Pendidikan 5 Hari Sepekan, 8 Jam Sehari

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi memastikan bahwa mulai Juli 2017 mendatang jadwal masuk sekolah berlaku 5 hari dalam sepekan.

Ada 3 Pertimbangan khusus sehingga diberlakukanlah aturan ini, seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah:

  • a) bahwa untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi, perlu penguatan karakter bagi peserta didik melalui restorasi pendidikan karakter di sekolah;
  • b) bahwa agar restorasi pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah lebih efektif, perlu optimalisasi peran sekolah;
  • c) bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan huruf b), perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Hari Sekolah;

Pasal 2 dari peraturan ini menegaskan bahwa Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu, termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu. Pemberlakuan ini dikecualikan untuk TK/TKLB/RA atau sederajat pada sekolah keagamaan lainnya.

Dalam hal ini penambahan waktu isttirahat bersifat fleksibel.

Diterbitkan sejak 9 Juni Lalu, Peraturan tersebut tentu saja berdampak kepada beban pekerjaan para guru, Sehingga diterbitkan lagi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Guru

Muhadjir mengatakan ada pengalihan mekanisme kerja yang sebelumnya diukur berdasarkan jumlah mengajar, yakni minimum 24 jam tatap muka per minggu menjadi 37,5 jam per minggu sesuai dengan ketentuan Aparatur Sipil Negara (ASN)

Hari Sekolah digunakan oleh Guru untuk melaksanakan beban kerja Guru, yang meliputi:

  • merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
  • melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
  • menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
  • membimbing dan melatih Peserta Didik; dan
  • melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru.

Sedangkan hari sekolah bagi siswa digunakan untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pemenuhan kurikulum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan atau pendalaman kompetensi dasar atau indikator pada mata pelajaran/bidang sesuai dengan kurikulum, Antara lain dalam bentuk kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegiatan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya, dan/atau bentuk kegiatan lain untuk penguatan karakter Peserta Didik

Sedangkan Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan di bawah bimbingan dan pengawasan Sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Kegiatan ekstrakurikuler dapat dikembangkan melalui kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah-bakat/olah-minat, dan keagamaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tenaga Kependidikan menggunakan Hari sekolah secara efketif untuk menjalankan melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kebijakan baru ini, turut menuai tanggapan dari jajaran Majelis Ulama Indonesia. Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin mengungkapkan apresiasinya terhadap kebijakan penguatan karakter dan restorasi sekolah yang dilaksanakan Kemendikbud.

“MUI menganggap kebijakan yang dilakukan Kemendikbud ini sangat tepat dan sesuai dengan kebutuhan penguatan karakter bangsa,” disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin usai pertemuan.

Mendikbud Muhadjir menegaskan bahwa pelaksanaan lima hari sekolah dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan masing-masing daerah.

“Sesuai dengan pasal 9, pelaksanaannya bertahap. Dan sesuai saran dari MUI, akan dilakukan koordinasi dengan Kemenag untuk petunjuk atau pedoman pelaksanaannya,” disampaikan Muhadjir usai audiensi di kantor pusat MUI Jakarta.

Referensi: http://www.tribunnews.com https://www.kemdikbud.go.id

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH download di sini

Leave a Reply

Close Menu